Puncak, mungkin inilah yang
dikatakan sebagai puncak. Sebuah rasa yang memuncak dan tak sanggup lagi untuk
ditahan. Walaupun ada banyak solusi dan masukan dari orang-orang. Namun tetap
tak ku pedulikan. Karena aku memang benar-benar sayang disaat berdua dan
tanpanya.
Sempat kemaren dia mengirim pesan
(kurang lebih) “aku khawatir dan takut selama ini, yaitu takut jika sampean
suka sama saya karena ibadah saya, karena kecantikan saya dll”. Ku tepis
pernyataan itu dengan, bahwa aku mencintainya tanpa syarat yang mengikat, maka
dari itu inilah yang ku sebut dengan kesempurnaan sejati”. Begitu juga, ada
yang tak kusampaikan padanya, yaitu aku merasa nyaman disaat dekat dengannya.
Apalah arti
seorang saya
21 Juni ’15-
01:40
Tidak ada komentar:
Posting Komentar