Sabtu, 20 Juni 2015

Puncak, mungkin inilah yang dikatakan sebagai puncak. Sebuah rasa yang memuncak dan tak sanggup lagi untuk ditahan. Walaupun ada banyak solusi dan masukan dari orang-orang. Namun tetap tak ku pedulikan. Karena aku memang benar-benar sayang disaat berdua dan tanpanya.
Sempat kemaren dia mengirim pesan (kurang lebih) “aku khawatir dan takut selama ini, yaitu takut jika sampean suka sama saya karena ibadah saya, karena kecantikan saya dll”. Ku tepis pernyataan itu dengan, bahwa aku mencintainya tanpa syarat yang mengikat, maka dari itu inilah yang ku sebut dengan kesempurnaan sejati”. Begitu juga, ada yang tak kusampaikan padanya, yaitu aku merasa nyaman disaat dekat dengannya.

Apalah arti seorang saya

21 Juni ’15- 01:40

Tidak ada komentar:

Posting Komentar