Sekedar basa-basi untuk mengawali tulisan
ini, saya mencoba menghadirkan sosok figur yang masih dijadikan kajian
tentang kefilsafatan, yaitu Epicurus. Mungkin dan kiranya semua tahu
tentang teori “dari obyek ke subyek” yang merupakan sebuah bangunan filosofis
dari Epicurus itu sendiri. Dia menyatakan bahwa obyek adalah film, image dan sejenisnya yang menampakkan diri
pada kita dengan berbagai sisinya. Selain itu, saya juga mencoba menghadirkan
sebuah kutipan dari Husserl “membiarkan apa yang memperlihatkan diri itu
dilihat dari dirinya sendiri dengan cara memperlihatkan diri dari dirinya
sendiri”.
*****
Si gadis berkacamata, jauh hari sebelumnya
menampakkan dirinya di depan mata yang masih kosong akan sosok dan makna. Apa
dan siapa menjadi jin dan setan yang berjanji menggoda manusia.
Entah takdir atau apa lah namanya,
pertemuan dan keakraban terjalin lewat sebuah tugas kelompok yang diberikan
oleh salah seorang dosen.
Dan entah apalah namanya, pertemuan itu
mampu menghadirkan dunia bayang-bayang, angan-angan dan intuisi yang
menyibukkan diri untuk menghibur dengan gambaran-gamaran senyumnya. Sehingga
kata-kata mudah tercipta bagaikan kilat menyambar otak dan akal, yaitu dengan
serentak tanpa basa-basi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar