Sabtu, 20 Juni 2015

Apalah ini?

Kini dan hari ini aku bertanya-tanya siapa Aku? Hingga mampu diluluh lantahkan olehmu begitu dalam kesela-sela “ke-Aku-an-Ku”. Padahal tak terbesit sebelumnya dalam benak dan pikir ku akan terjadi. Mungkin inilah suratan atau yang digariskan oleh Kuasa Super alam.
Mar’ah, apalah arti seorang saya yang hanya punya harapan namun tak punya bekal untuk memberimu pengalaman dan kenyamanan. Berbeda dengan dia hingga engkau sangat menyayanginya. Bahkan itu juga yang tak pernah Aku pikirkan. Dan mungkin Aku orang yang kejam karena tidak mengungkapkan dulu kala. Namun tidak, bukan aku yang kejam. Aku tidak kejam, namun akulah imbas dari kekejamanmu yang begitu dalam.
Malam itu, sekitar jam tiga lebih, Aku mengemis dan meminta dikasihani serta mengharap secuil cintamu padaku. Namun tak ada yang aku dapatkan selain kau suruh “jaga cinta itu dan rawat dengan baik-baik”. Begitu juga kekhawatiranmu yang begitu besar takut akan “cinta itu hanya bersifat sesaat saja”. Tidak dan tidak Mar’ah. Cinta itu aku bangun sudah lama dan aku yakin melebihi cintanya dia padamu. Hanya saja aku menyikapinya dengan diam. Karena itu proses bagiku. Lantas, yang aku dapati hari ini hanyalah kekosongan dari sebuah perjuangan yang telah lama dibangun kokoh dan misteri. Hingga akhirnya terungkap juga dan yang ada hanyalah senyum tanpa ada respon dari perjuangan itu.
Malam itu aku masih yakin bahwa cinta itu abadi begitu pula cinta-Ku padamu, walau takdir tak selalu pasti. Walau engkau masih misteri.
Cukup sakit yang aku rasakan malam itu, karena engkau telah meruntuhkan segenap pucuk pengharapanku. Kau lantarkan pemuda ini kesimpang jalan derita cinta. Kau lantarkan pemuda ini merintih. Kau pula yang telah menelantarkan niat pemuda ini salah arah.
Kini aku sadar dan pasrah dengan segenap permintaanmu untuk menjaga cinta suci-Ku itu. Kau yang meminta, akan aku penuhi. Namun hari ini, akan ku perbaiki semua niat dan pikir-Ku untuk menebus semua harapan masa laluku. Karena lewat pengalaman ini, aku sadar, aku tersentuh dan tersentak untuk lebih bangkit walaupun itu masih sangat berat dan pahit.

 19 Juni 2014

Tidak ada komentar:

Posting Komentar