Rabu, 20 Mei 2015

Apakah Sebaliknya?

Sebelumnya memang ada rasa yang sama-sama tiada rasa tahu diantara kita, namun rasa itu terungkap dengan sendirinya tanpa disadari oleh rahasia yang telah lama merahasia. Jujur dalam diri memang ingin rasa itu tahu sama tahu dan saling paham memahami. Malu-malu telah merobek kekuatan untuk mengungkap rasa yang terpendam.
Kebersamaan yang dijadikan cita-cita, sedikit demi sedikit kian terpenuhi oleh gerak laju waktu yang tanpa disadari membuntuti rasa-rasa kita. Haaaa haaa ...,, sudah jadul kiranya jika rasa itu terus membeku tanpa ungkapan empat tatap kelopak mata. Sebenarnya ingin sekali, namun halangan-halangan yang terus membayangi membuat keinginan layu ditelan waktu.
Mar’ah sang historis perubahan hati, sudah lama kiranya jika kita boleh saling jujur, yaaa apa kira kita tak bisa saling terbuka. Dewasa ini malah kita saling menutupi semua gejolak rasa. Intuisi bukanlah permainan yang dianggapmu dulu, melainkan sebuah tayangan yang tak pernah diinginkan. Karena intuisi itu sudah baku, pak Umam bilang “intuisi atau ide-ide untuk dewasa ini selayaknya sudah harus jadi aplikasi yang bukan lagi berupa tindakan konservatif”.
Yaaa wajarlah kita begini, situasi antara kita sudah layu-layu kering... haaa haaa
Jujur sih, hari-hari ini memang Aku merasa selalu mengingat-ingat kamu, yah mau gimana lagi.. anggapan tak jelas itu masih melekat di alam bawah sadarmu. Rasa-rasa itu kini kian hari bangkit lagi dalam diriku, Apakah sebaliknya? Sudahlah...!!!
Aku juga bingung, ide dan alam bawah sadar ini selalu memunculkan senyummu, dan aku juga heran sih, tiap kali muncul bayangan-mu Aku selalu tersenyum dengan sendiri... haaa haa... ini bukanlah permainan yang dianggap oleh-Mu, melainkan ini adalah kenyataan yang masih bersifat metafisik bukan berbentuk realita yang dapat kau Cerna...
Mar’ah ... Mar’ah, sampai dimana sih aku harus berbalap dengan waktu untuk berhenti mengingatmu.. apakah sebaliknya?
Mungkin tidak kali’ yaaa... dunia kini mungkin bukan balik membalik... haaa konyol ini semua,,,
Apakah sebaliknya? Mungkin juga ada dalam benakmu pertanyaan itu... yeeaahh kurang tahu juga sih ... haaa haaa
Ku tutup tulisan ini dengan ucapan nada dari hati “Apakah sebaliknya?

Rabu, 18 Juni 2014, 00:40

Dengan sendiri...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar