Sebelumnya memang ada rasa yang sama-sama tiada rasa
tahu diantara kita, namun rasa itu terungkap dengan sendirinya tanpa disadari
oleh rahasia yang telah lama merahasia. Jujur dalam diri memang ingin rasa itu
tahu sama tahu dan saling paham memahami. Malu-malu telah merobek kekuatan untuk
mengungkap rasa yang terpendam.
Kebersamaan yang dijadikan cita-cita, sedikit demi
sedikit kian terpenuhi oleh gerak laju waktu yang tanpa disadari membuntuti
rasa-rasa kita. Haaaa haaa ...,, sudah jadul kiranya jika rasa itu terus
membeku tanpa ungkapan empat tatap kelopak mata. Sebenarnya ingin sekali, namun
halangan-halangan yang terus membayangi membuat keinginan layu ditelan waktu.
Mar’ah sang historis perubahan hati, sudah lama
kiranya jika kita boleh saling jujur, yaaa apa kira kita tak bisa saling
terbuka. Dewasa ini malah kita saling menutupi semua gejolak rasa. Intuisi
bukanlah permainan yang dianggapmu dulu, melainkan sebuah tayangan yang tak
pernah diinginkan. Karena intuisi itu sudah baku, pak Umam bilang “intuisi atau
ide-ide untuk dewasa ini selayaknya sudah harus jadi aplikasi yang bukan lagi berupa
tindakan konservatif”.
Yaaa wajarlah kita begini, situasi antara kita sudah layu-layu
kering... haaa haaa
Jujur sih, hari-hari ini memang Aku merasa
selalu mengingat-ingat kamu, yah mau gimana lagi.. anggapan tak jelas
itu masih melekat di alam bawah sadarmu. Rasa-rasa itu kini kian hari bangkit
lagi dalam diriku, Apakah sebaliknya? Sudahlah...!!!
Aku juga bingung, ide dan alam bawah sadar ini selalu
memunculkan senyummu, dan aku juga heran sih, tiap kali muncul
bayangan-mu Aku selalu tersenyum dengan sendiri... haaa haa... ini
bukanlah permainan yang dianggap oleh-Mu, melainkan ini adalah kenyataan yang
masih bersifat metafisik bukan berbentuk realita yang dapat kau Cerna...
Mar’ah ... Mar’ah, sampai dimana sih aku harus
berbalap dengan waktu untuk berhenti mengingatmu.. apakah sebaliknya?
Mungkin tidak kali’ yaaa... dunia kini mungkin bukan
balik membalik... haaa konyol ini semua,,,
Apakah sebaliknya? Mungkin juga ada dalam benakmu pertanyaan itu...
yeeaahh kurang tahu juga sih ... haaa haaa
Ku tutup tulisan ini dengan ucapan nada dari hati “Apakah
sebaliknya?”
Rabu, 18 Juni 2014, 00:40
Dengan sendiri...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar