Minggu, 24 Mei 2015

Tanpa Judul

Mar’ah, perasaanku tak pernah padam untukmu. Walaupun sudah sekian lama waktu ini berlaju. Walaupun sudah kau lupakan aku. Walaupun kau telah buang aku. Walaupun kau telah dengan yang lain. Aku tetap tersenyum untukmu, tetap terbuka untukmu, tetap setia menantimu untuk ku jadikan permaisuri fiddun yaa wal akhiroh-ku.
Hari-hari ini, engkau mungkin telah lupakan aku. Tidak begitu merespon aku. Tidak begitu tersenyum lagi untuk ku dan tidak mempunyai makna lagi senyummu untukku. Hal biasa bagiku, karena sudah lama ku alami semua itu. Namun hati dan perasaannku, tetap sayang padamu.
17 Februari 2015 kemaren, cukup parah aku merindukanmu. Terlena aku dibuat senyummu. Sampai kau hadir dalam mimpiku dalam keadaan senyum dan tersenyum ada di depanku. Ingin aku utarakan isi perasaanku dalam mimpi itu, tapi aku sadar bahwa aku tak mungkin ucapkan isi hatiku. Akhirnya, aku hanya berbalik tersenyum untukmu.

Dalam mimpi itu, engkau tak ku sentuh sedikitpun, hanya saja, aku tersenyum.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar